![]()
Lombok Timur – Sejumlah aktivis di Lombok Timur mendesak Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pringgasela Jurit Baru diberhentikan dari jabatannya.
Desakan muncul buntut Kejadian Menonjol (KM) Gangguan Pencernaan yang menimpa puluhan siswa dan satu ibu hamil penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Desakan disampaikan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional SPPG Pringgasela Jurit Baru per 25 April 2026.
Aktivis menilai ada kecerobohan fatal dalam tata kelola dapur SPPG. “Ini kasus serius. Akibat kelalaian, puluhan siswa dan seorang ibu hamil jadi korban. Kepala SPPG harus bertanggung jawab dan layak dievaluasi hingga diberhentikan,” kata salah satu aktivis di Lombok Timur, Minggu (26/4/2026).
Ketua Satgas MBG Lombok Timur Ahyan sebelumnya juga menyebut kecerobohan SPPG sebagai kasus serius. “Kecerobohan dari pihak SPPG merupakan kasus serius yang sangat fatal,” tegas Ahyan, Sabtu (25/4/2026).
Ahyan menyebut kondisi korban sudah membaik. Dari total korban, kini tinggal tujuh orang yang masih dirawat. “Tinggal tujuh: enam siswa dan satu ibu hamil,” ujarnya.
Ia memastikan DPRD mendesak SPPG memperhatikan korban. “Pihak SPPG harus menjenguk anak-anak yang terdampak untuk diberikan asupan nutrisi, buah, makanan sesuai rekomendasi dari ahli gizi puskesmas,” kata Ahyan.
BGN menghentikan operasional SPPG sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Pringgasela Jurit Baru belum memberikan keterangan resmi, media ini sudah menghubungi yang bersangkutan melalui pesan online.
(Purnomo)

Berita Sebelumnya..
Ka.Sppg Bungkam, Satgas Lotim Turun Kelapangan Cek Siswa diduga Keracunan MBG
Bupati Asmar Puji Dedikasi H. Sulman Jaga Kerukunan Umat Beragama di Meranti
Polres Lotim Musnahkan Sabu 994 Gram