Detik24jam,com

Cepat & Terpercaya

Ka.Sppg Bungkam, Satgas Lotim Turun Kelapangan Cek Siswa diduga Keracunan MBG

Loading

Lombok Timur – Kasus dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di wilayah Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur (Lotim), Jumat (24/4). Puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan dan harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Pengadangan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satgas MBG Lombok Timur bersama Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Lotim langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi para siswa sekaligus memastikan penanganan berjalan optimal.

Ketua Satgas MBG Lotim, H. Ahyan, menyampaikan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada Satgas tingkat provinsi NTB. Saat ini, penyebab pasti masih dalam proses pemeriksaan laboratorium.

“Satgas MBG Lotim sudah melaporkan kejadian ini. Saat ini penanganan dilakukan oleh tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Lotim,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 29 siswa sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Pengadangan. Dari jumlah tersebut, 25 siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik, sementara Empat siswa lainnya masih dalam tahap observasi oleh tim medis.

Sebagai langkah lanjutan, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah dikirim ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) untuk dilakukan uji laboratorium.

“Sampel makanan sudah dikirim ke BBPOM,” tambahnya.

Terpisah, Korwil BGN Lotim, Agamawan, membenarkan pihaknya bersama Satgas MBG telah turun langsung ke puskesmas untuk melihat para siswa yang terdampak sekaligus melakukan pengambilan sampel.

“Kita langsung atensi dan tim dari pagi langsung bergerak,” tegasnya.

Sementra itu, Ketua Satgas MBG NTB, Pathul Gani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan menindaklanjuti dengan laporan khusus ke BGN, termasuk kronologis kejadian.

Ia menegaskan, penelusuran akan dilakukan secara menyeluruh mulai dari sumber bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi makanan ke penerima manfaat.

“Karena ini masuk kejadian menonjol, saat ini masih proses cek sampel makanan untuk memastikan penyebab gejala mual pada penerima manfaat,” pungkasnya.