Detik24jam,com

Cepat & Terpercaya

Jalan Terputus Pasca Banjir, Vicktor Oktavianus Ajak Masyarakat Batu Bara Berdonasi Demi Pulihkan Akses Vital

Loading

Kondisi infrastruktur pasca banjir di Kabupaten Batu Bara kian memprihatinkan. Sejumlah akses jalan utama dilaporkan terputus dan rusak berat akibat terjangan banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Jalan yang sejatinya menjadi urat nadi mobilitas warga dan distribusi barang kini berubah menjadi ancaman keselamatan sekaligus penghambat roda perekonomian masyarakat.

Jalan utama Kecamatan Medang Deras, tepatnya jalur penghubung dari Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai menuju Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, mengalami kerusakan parah dan terputus di Desa Nenas Siam. Jalur ini merupakan akses vital yang menghubungkan permukiman warga dengan pusat ekonomi, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, hingga kawasan industri.

Berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, Senin (15/12/2025), terdapat sedikitnya tiga titik jalan yang terputus dan saat ini hanya dipasangi jembatan darurat, serta dua titik lainnya mengalami rusak berat. Akibatnya, jalur tersebut sama sekali tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda enam, baik dari arah Bandar Khalifah maupun menuju Kuala Tanjung.

Lebih memprihatinkan lagi, tiga jembatan darurat yang harus dilalui pengguna jalan menuju Pagurawan dari Kuala Tanjung, atau sebaliknya, terbuat dari kayu dengan lebar kurang dari satu meter. Kondisi ini sangat rawan kecelakaan. Di lokasi, terlihat banyak kaum perempuan dan anak-anak sekolah merasa ketakutan melintas menggunakan sepeda motor. Tak sedikit dari mereka memilih untuk mendorong kendaraan atau meminta bantuan warga sekitar demi menyeberang dengan aman, karena khawatir tergelincir dan jatuh.

Warga setempat pun menyuarakan harapan besar kepada pemerintah. Pendi (52), warga Pagurawan, mengatakan jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama bagi aktivitas masyarakat.
“Kita berharap Pemerintah Provinsi, khususnya Dinas PUTR, agar segera memperbaiki jalan yang rusak ini. Kalau terlalu lama dibangun, pasti berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya dengan nada cemas.

Sementara itu, Camat Medang Deras, Sahrizal, sebelumnya menjelaskan bahwa pihak kecamatan telah berupaya melakukan langkah-langkah konkret.
“Pemerintah Kecamatan sudah mengajukan proposal ke beberapa perusahaan di Kuala Tanjung seperti PT Inalum, PT MNA, dan PT Domba Mas untuk memohon bantuan material perbaikan jalan. Namun hingga saat ini belum juga terealisasi,” bebernya kepada wartawan.

Di tengah keterbatasan dan belum adanya kepastian anggaran, kepedulian pun datang dari berbagai elemen masyarakat. Ketua DPC Pejuang Bravo Lima Kabupaten Batu Bara, Vicktor Oktavianus, S.S.H., secara tegas mengajak seluruh lapisan masyarakat dan para pelaku usaha untuk bergerak bersama.

“Kiranya para pengusaha di Kabupaten Batu Bara, khususnya perusahaan-perusahaan yang ada, dapat menyalurkan bantuannya melalui donasi untuk perbaikan jalan yang merupakan akses utama masyarakat,” ujar Vicktor. Ia menambahkan, apabila Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat, maupun Pemkab Batu Bara belum dapat menganggarkan perbaikan jalan dan jembatan tersebut dalam waktu dekat, maka gotong royong menjadi solusi sementara.
“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berdonasi agar permasalahan ini segera teratasi, sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian bisa kembali pulih,” tegasnya.

Kondisi ini menjadi potret nyata betapa pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Di saat akses jalan terputus dan harapan warga menggantung, solidaritas dan kepedulian bersama menjadi kunci agar denyut kehidupan masyarakat Batu Bara kembali berjalan normal. (Boys-3)