![]()
Lombok Timur – Papan nama biru bertuliskan “BADAN NARKOTIKA KABUPATEN (BNK) LOMBOK TIMUR” masih berdiri kokoh di tepi jalan utama Kecamatan Sukamulia. Ironisnya, di balik papan itu hanya ada kantor kosong yang kini ditelan rumput liar setinggi pagar.
Potret mengenaskan eks Kantor BNK Lotim di wilayah Desa Sukamulia Timur ini memicu desakan warga. Masyarakat setempat mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur untuk segera mengalihfungsikan kantor terbengkalai tersebut menjadi Kantor Desa Sukamulia Timur.
Alasannya jelas. Kantor desa yang dipakai warga saat ini berada di lokasinya terlalu masuk ke dalam dan sulit dijangkau. Warga harus menempuh jalan jauh hanya untuk urusan surat-menyurat dan pelayanan administrasi dasar.
“Kantor BNK itu di pinggir jalan raya, semua orang lewat situ. Tapi dibiarkan kosong sampai jadi semak begini. Sementara kantor desa kami jauh ke dalam, kasihan lansia dan ibu-ibu kalau mau urus dokumen,” ujar Ag masyarakat Sukamulia Timur, Jumat (01/05/2026)
Berdasarkan pantauan, kondisi kantor memang memprihatinkan. Rumput liar dan semak menutupi hampir seluruh halaman depan. Bangunan beratap genteng merah di belakangnya tampak kusam, tak terawat, dan tidak menunjukkan tanda aktivitas.
Warga menilai Pemda Lotim rugi dua kali jika membiarkan kondisi ini. Aset daerah rusak tak terpakai, sementara pelayanan publik untuk ribuan warga Sukamulia Timur tetap tersendat karena lokasi kantor desa yang tidak representatif.
Alih fungsi dinilai sebagai solusi _win-win_. Kantor kembali hidup, anggaran perawatan aset terselamatkan, dan warga mendapat akses pelayanan yang lebih mudah dan cepat.
Kini warga hanya menunggu itikad baik Bupati Lombok Timur dan dinas terkait untuk turun langsung meninjau lokasi dan mengeksekusi aspirasi ini.
(Purnomo)

Berita Sebelumnya..
LSM Harimau OKU: Perjuangan Buruh Belum Selesai, Upah Layak hingga Jamsos Masih Jadi PR Besar
Judi Sabung Ayam di Keruak Dibubarkan Polisi, Dua Penonton dan Dua Ayam Aduan Diamankan
Polisi Tangkap Dua Pelaku Pencurian di Sikur Lombok Timur