![]()
Batu Bara, Detik24jam.com
Desa Perjuangan, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara, kembali mencuri perhatian sebagai salah satu ikon pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Sumatera Utara.
Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Utara turun langsung melaksanakan Monitoring dan Supervisi Desa Percontohan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK di Kampoeng Petik Rewang, sebuah kawasan yang kini berkembang menjadi pusat inovasi UMKM sekaligus penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda evaluasi rutin, tetapi menjadi langkah strategis dalam memastikan program pemberdayaan ekonomi keluarga terus berkembang secara berkelanjutan.

Selain aspek usaha, tim juga melakukan supervisi terhadap administrasi kelembagaan PKK, meliputi pembukuan keuangan, pencatatan kegiatan, hingga sistem administrasi organisasi yang menjadi fondasi keberhasilan program pemberdayaan masyarakat.
Kampoeng Petik Rewang sendiri dinilai berhasil menghadirkan model pemberdayaan ekonomi keluarga yang tidak hanya menghasilkan produk unggulan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan melalui berbagai usaha kreatif berbasis potensi lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, SH., M.Si., berhalangan hadir dan diwakili oleh Asisten III Administrasi Umum Bambang Hadisuprapto.
Turut hadir Plt Camat Sei Balai Riduan Butar Butar, S.Pd., para kepala desa se-Kecamatan Sei Balai, Kepala Puskesmas Sei Balai dr. Imelda Yusnita Siregar, Kepala Puskesmas Sei Bejangkar Bd. Noon Swita Lubis, SST., Tim TP PKK Kecamatan Sei Balai, serta berbagai unsur pemerintah dan masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi keluarga.
Kepala Desa Perjuangan, Erwin Zunaidi, S.H., menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen menjadikan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak utama ekonomi desa.
Salah satu produk unggulan yang kini mendapat perhatian luas adalah Batik Jumputan Ciprat Perjuangan (Bajumper), hasil karya masyarakat yang dikembangkan melalui program UP2K PKK dan telah menjadi identitas ekonomi kreatif Desa Perjuangan.
Menurut Kades Perjuangan Erwin Zunaidi, S.H, kunjungan monitoring TP PKK Provinsi Sumatera Utara menjadi momentum penting memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, organisasi PKK, dan masyarakat dalam menyukseskan berbagai program strategis nasional, termasuk Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang saat ini menjadi prioritas pemerintah.
Desa Perjuangan, lanjutnya, terus mengembangkan berbagai inovasi di sektor pertanian, pemberdayaan perempuan, dan penguatan ekonomi keluarga agar mampu menciptakan desa yang mandiri, produktif, sekaligus berdaya saing.
“Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan semakin baik, termasuk pengembangan UMKM, bazar UP2K Kampoeng Petik Rewang, hingga program ketahanan pangan yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Perjuangan,” ujar Erwin.
Tak hanya melakukan evaluasi administrasi dan kelembagaan, Tim TP PKK Sumut juga meninjau langsung bazar UMKM, produk-produk unggulan hasil kelompok UP2K, serta proses produksi berbagai olahan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Desa Perjuangan.
Kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman, inovasi, dan masukan dalam meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat jaringan pemasaran bagi pelaku UMKM desa.
Melalui monitoring dan supervisi ini, TP PKK Provinsi Sumatera Utara berharap Desa Perjuangan mampu terus mempertahankan predikatnya sebagai Desa Percontohan UP2K, sekaligus menjadi role model bagi desa-desa lain di Sumatera Utara dalam membangun ekonomi keluarga berbasis pemberdayaan perempuan, penguatan UMKM, serta ketahanan pangan menuju masyarakat yang mandiri, tangguh, dan sejahtera.
(Red/Boys-3)
