![]()
Batu Bara, Detik24jam.com
Deru mesin pencampur semen bersahut-sahutan dengan riuh perbincangan hangat antara prajurit TNI dan warga di Desa Kapal Merah, Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Sabtu (18/7/2026).
Di bawah terik matahari, puluhan personel yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0208/Asahan, tampak berjibaku.
Mereka bahu-membahu bersama warga setempat, mengangkut material, merakit besi tulangan, hingga menuangkan coran beton.

Aktivitas ini merupakan bagian dari pengerjaan sasaran fisik utama TMMD,
yakni pembangunan dinding penahan tanah atau turap sepanjang 1.000 meter dengan tinggi mencapai 1,7 meter. Infrastruktur ini dibangun bukan tanpa alasan. Wilayah bantaran di kawasan tersebut selama ini rentan terhadap ancaman abrasi dan tanah longsor yang perlahan mengikis lahan produktif serta mengancam pemukiman warga.
Menjaga Ruang Hidup Warga
Bagi masyarakat Desa Kapal Merah, kehadiran turap ini menjadi secercah harapan baru. Selama bertahun-tahun, rasa cemas kerap membayangi mereka, terutama saat curah hujan tinggi atau debit air meningkat yang memicu erosi dinding tanah.

Pembangunan turap ini diproyeksikan tidak hanya sekadar menjadi pembatas fisik, melainkan pelindung ruang hidup warga. Dengan struktur tanah yang lebih kokoh, potensi longsor dapat diminimalisasi, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dan bertani dengan rasa aman tanpa khawatir kehilangan tempat tinggal.
Kekompakan yang tercipta di lapangan menjadi motor penggerak cepatnya progres pembangunan. Sejak hari pertama pelaksanaan, masyarakat secara sukarela turun ke lokasi untuk membantu para prajurit. Kemanunggalan antara TNI dan rakyat ini mempercepat tahapan-tahapan krusial, mulai dari penggalian fondasi yang kokoh hingga pemasangan bekisting.
Sinergi untuk Pemerataan Daerah
Komandan Kodim 0208/Asahan sekaligus Dansatgas TMMD Ke-129, Letkol Inf Edy Syahputra, S.H., M.I.P., menyampaikan bahwa seluruh personel dikerahkan secara maksimal. Targetnya, proyek ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memiliki kualitas bangunan yang tahan lama agar manfaatnya bisa dirasakan lintas generasi.

”Melalui program TMMD ini, kami ingin menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Edy.
Ia menambahkan, program ini merupakan wujud nyata sinergisitas antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah yang membutuhkan sentuhan infrastruktur.
”Dengan semangat gotong royong, kami optimistis seluruh sasaran dapat diselesaikan sesuai target sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tutur Edy menegaskan.

Program TMMD Ke-129 ini diharapkan menjadi stimulus bagi peningkatan kualitas hidup dan roda perekonomian warga Desa Kapal Merah serta sekitarnya. Ketika rasa aman dari ancaman bencana longsor telah terwujud, masyarakat kini bisa lebih fokus membangun hari esok yang lebih produktif.
(Red/Boys- 3)
