![]()
BATU BARA, DETIK24JAM.COM
Komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengakselerasi pembangunan di wilayah pinggiran dan meningkatkan taraf hidup masyarakat prasejahtera kembali dibuktikan di lapangan. Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026, wajah kemanunggalan TNI dan rakyat tampak nyata dalam aksi konkret di sektor domestik.
Hanya berselang sehari setelah program tersebut resmi dibuka, personel Satgas TMMD Kodim 0208/Asahan langsung bergerak cepat menuju titik sasaran. Fokus utama kali ini diarahkan ke Desa Bagan Baru, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.
Di desa pesisir ini, para prajurit langsung mengeksekusi salah satu Program Unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), yaitu Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Meruntuhkan Keterbatasan, Membangun Martabat
Tanpa membuang waktu, personel Satgas TMMD bersama elemen masyarakat setempat langsung bergotong royong memulai proses perbaikan. Struktur bangunan yang lapuk, rapuh, dan membahayakan keselamatan mulai dibongkar secara bertahap.

Proses ini segera disusul dengan tahapan rekonstruksi untuk memastikan bangunan tersebut bertransformasi menjadi hunian yang aman, sehat, dan nyaman bagi para penerima manfaat.
Komandan Kodim 0208/Asahan sekaligus Dansatgas TMMD Ke-129, Letkol Inf Edy Syahputra, S.H., M.I.P., menegaskan bahwa rehabilitasi RTLH ini bukan sekadar urusan membedah fisik bangunan. Lebih dari itu, program ini merupakan manifestasi nyata dari kehadiran negara dan kepedulian TNI AD terhadap harkat hidup warga yang masih terjebak dalam kondisi hunian memprihatinkan.
”Program Rehab RTLH ini merupakan Program Unggulan Kasad yang bertujuan membantu masyarakat agar memiliki tempat tinggal yang layak huni. Melalui TMMD, kami ingin menghadirkan manfaat nyata sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Letkol Inf Edy Syahputra saat meninjau langsung jalannya pengerjaan fisik di lapangan.

Revitalisasi Semangat Gotong Royong
Di balik deru pembangunan infrastruktur fisik, pelaksanaan TMMD Ke-129 ini juga membawa misi kebangsaan yang tak kalah krusial: menghidupkan kembali roh gotong royong di tengah arus modernisasi.
Di Desa Bagan Baru, sekat antara aparat keamanan dan warga sipil melebur sepenuhnya. Tingginya antusiasme masyarakat setempat terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam setiap fase pekerjaan. Pemuda hingga orang tua bahu-membahu melansir material dan membantu percepatan pembangunan agar pengerjaan berjalan maksimal dan tepat waktu.
Sinergi yang tercipta di lapangan ini menjadi modal sosial yang kuat. Proses renovasi yang biasanya memakan waktu lama, kini dapat diakselerasi berkat integrasi energi antara prajurit dan warga.

Sinergi Tiga Pilar untuk Indonesia Sentris
Akselerasi pembangunan di tingkat desa seperti yang terjadi di Batu Bara ini mempertegas bahwa pemerataan kesejahteraan tidak bisa bertumpu pada satu instansi saja. Program TMMD Ke-129 TA 2026 menjadi bukti empiris bagaimana sinergitas kelembagaan antara TNI, pemerintah daerah, dan partisipasi publik dapat berjalan beriringan demi memutus ketimpangan wilayah.
Melalui program rehabilitasi hunian ini, diharapkan:
Kualitas hidup masyarakat meningkat secara signifikan lewat standarisasi rumah sehat.
Ketahanan sosial keluarga semakin kokoh karena memiliki tempat bernaung yang aman dari ancaman cuaca.
Dampak multiplier ekonomi dapat tercipta seiring meningkatnya produktivitas warga yang berangkat dari rumah yang layak.
Pada akhirnya, TMMD ke-129 bukan sekadar proyek pembangunan periodik. Ini adalah penegasan kembali atas kedaulatan domestik, di mana kesejahteraan masyarakat di pelosok desa adalah fondasi utama dari kekuatan pertahanan nasional.
(Red/Boys-3)
