![]()
PANGKALPINANG,Detik24jam— Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang bergerak cepat memastikan keberlanjutan Program 3 Juta Rumah pada tahun anggaran 2026. Skema hunian strategis besutan Presiden Prabowo Subianto ini akan difokuskan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Beribu Senyuman agar memiliki tempat tinggal yang sehat dan layak. Saat ini, Pemkot Pangkalpinang tengah menggencarkan pemetaan (mapping) di lapangan. Langkah krusial ini diambil agar bantuan perumahan tersebut benar-benar tepat sasaran dan menyentuh warga yang paling membutuhkan.
Mewakili Wali Kota Pangkalpinang, Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang, Rico Ariputra, mengungkapkan bahwa program ini merupakan komitmen berkelanjutan yang sudah berjalan di Pangkalpinang sejak tahun 2024 lalu. ”Pemkot Pangkalpinang mendapatkan program tersebut. Sejak tahun 2024 kemarin sudah terlaksana melalui leading sector-nya di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), dan dipastikan berlanjut kembali di tahun 2026 ini,” kata Rico usai menghadiri rapat pengendalian inflasi, Senin (27/4/2026).
Rico menjelaskan, proses verifikasi data calon penerima manfaat kini menjadi fokus utama pemerintah daerah. Warga yang saat ini mendiami rumah dengan kondisi di bawah standar baku pemerintah akan menjadi prioritas utama.”Kami sedang melakukan mapping ketat untuk penerima manfaat. Program ini khusus diperuntukkan bagi masyarakat yang memang benar-benar kurang mampu di Kota Pangkalpinang. Prioritasnya adalah rumah-rumah yang kondisinya berada di bawah standar yang telah ditetapkan pemerintah,” tegasnya.
Sebagai informasi, Program 3 Juta Rumah Secara nasional, program ini menargetkan: “Pembangunan 1 juta unit rumah baru di kawasan perkotaan. Renovasi 2 juta unit rumah tidak layak huni (RTLH) di kawasan perdesaan. Dukungan pembiayaan melalui skema KPR dengan bunga rendah yang meringankan MBR.”
Rico memproyeksikan pengerjaan program ini akan mulai bergulir pada pertengahan hingga akhir tahun 2026. Saat ini, OPD terkait sedang merampungkan seluruh dokumen perencanaan dan teknis administrasi. pungkas Rico.(fr)
