![]()
PANGKALPINANG, Detik24jam – Pemerintah Kota Pangkalpinang menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Taman Mandara, Kamis (22/9/2026), guna mempermudah warga mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar.
Kegiatan strategis ini dibuka langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, didampingi Ketua TP-PKK, Hj. Susanti Saparudin, beserta jajaran Kepala OPD, Camat Taman Sari, dan Lurah Kejaksaan.
Dalam arahannya, Prof. Saparudin menginstruksikan agar Gerakan Pangan Murah ini tidak hanya menjadi agenda seremonial belaka. Ia meminta program ini dilaksanakan secara rutin dengan metode jemput bola ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan.
“Saya minta kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin dan mengambil tempat di wilayah-wilayah yang memang masyarakatnya membutuhkan pangan murah,” tegas Saparudin.
Salah satu poin krusial yang disoroti Wali Kota adalah fluktuasi harga daging ayam. Saparudin mengungkapkan bahwa tingginya kebutuhan konsumsi harian masyarakat, yang kini ditambah dengan pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), berimplikasi langsung pada ketatnya pasokan.Kondisi geografis perkotaan Pangkalpinang yang memiliki keterbatasan lahan untuk peternakan berskala besar membuat kota ini masih bergantung pada pasokan luar daerah. Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Pangkalpinang tengah menjajaki kolaborasi dengan wilayah kabupaten tetangga.
“Permintaannya saat ini lebih banyak daripada suplai sehingga pasokannya menjadi agak sulit. Pengembangan peternakan ayam di wilayah kabupaten dapat menjadi salah satu sumber pasokan potensial bagi Kota Pangkalpinang ke depan,” jelasnya.
Tak sekadar menjadi instrumen pengendali inflasi, GPM juga diplot sebagai wadah pemasaran hasil bumi lokal. Saparudin mendorong dinas terkait untuk melibatkan kelompok masyarakat agar ikut menjual hasil tani dan ternak mandiri seperti sayuran, buah, cabai, hingga ayam potong ke dalam pasar murah ini.Saat ini, tercatat ada 21 kelompok PKWT (Pekarangan Pangan Lestari) yang aktif memproduksi sayur-mayur di Pangkalpinang. Mereka kini didorong untuk memperluas budi daya pada komoditas penyumbang inflasi tinggi seperti cabai.
“Jika masyarakat bisa menanam sayur dan cabai sendiri, selain membantu kebutuhan meja makan keluarga, hasil lebihnya bisa dijual ke program ini untuk menambah pendapatan,” tambah Wali Kota.(FR)
