![]()
PANGKALPINANG, Detik24jam — Komitmen nyata untuk menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu kembali ditunjukkan di Kota Beribu Senyuman. Melalui program Beasiswa Cendekia BAZNAS Kota Pangkalpinang Tahun 2026, puluhan pelajar tingkat SD/MI hingga SMP/MTs resmi menerima bantuan finansial pendidikan pada Kamis (24/9/2026).
Penyaluran beasiswa yang berlangsung khidmat di Kantor BAZNAS Kota Pangkalpinang ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif. Dalam arahannya, ia memastikan bahwa seluruh pelajar penerima manfaat telah melalui verifikasi ketat agar bantuan jatuh ke tangan yang tepat sesuai dengan ketentuan delapan golongan penerima zakat (asnaf).
“Para penerima beasiswa ini berasal dari sekolah-sekolah di Kota Pangkalpinang, baik tingkat SD maupun SMP. Mereka adalah anak-anak kita dari keluarga yang memang berhak menerima bantuan berdasarkan kriteria asnaf,” ujar Saparudin.
Saparudin turut memberikan catatan penting terkait optimalisasi pengumpulan zakat di lingkungan pemerintahan. Ia memaparkan bahwa tingkat partisipasi pegawai atau Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS saat ini masih berada di kisaran 40 hingga 50 persen.“Jika memang sudah memenuhi kewajiban syarat zakat, saya sangat berharap para pegawai dapat menyalurkannya secara resmi melalui BAZNAS. Perlu kita ingat bersama, di dalam zakat yang kita keluarkan ada hak masyarakat kurang mampu yang wajib ditunaikan,” tegas Wali Kota.
Ia juga memberikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen masyarakat umum yang selama ini telah menaruh kepercayaan besar kepada BAZNAS Pangkalpinang untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) mereka.
Melalui momentum Beasiswa Cendekia ini, Saparudin menaruh harapan besar agar beban perlengkapan dan biaya pendukung pendidikan yang dipikul orang tua murid dapat semakin ringan. Langkah ini menjadi pilar penting agar tidak ada anak di Pangkalpinang yang terpaksa putus sekolah karena kendala biaya.Lebih lanjut, ia mendorong jajaran pengurus BAZNAS untuk tidak pasif dan segera meningkatkan strategi “jemput bola” di lapangan. pungkas Saparudin.(FR)
