![]()
Detik24jam.com|Pessel – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPrPA) Kabupaten Pesisir Selatan menyalurkan bantuan logistik kepada korban kebakaran di Nagari Barung-Barung Belantai Kecamatan Koto XI Tarusan.
Penyaluran bantuan ini merupakan langkah cepat pemerintah daerah dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang menjadi korban kebakaran.
Diketahui kebakaran terjadi pada Jum’at (23/1/2026) sekitar pukul 11.05 WIB. Akibat kejadian naas itu menyebabkan satu buah rumah hangus terbakar. Meski tidak ada korban jiwa namun kerugian mencapai Rp 1,5 Miliar.
Kadis Dinsos PPrPA Pessel Ilham Rahmadsyah Putra, S.STP mengatakan, bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk membantu warganya melalui pemberian bantuan berupa barang logistik dan kebutuhan dasar lainnya seperti sembako, peralatan dapur rumah tangga dan bantuan lainnya. Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi korban kebakaran.
“Sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang terkena musibah. Kami menyerahkan bantuan yang terdiri dari sejumlah barang logistik dan kebutuhan dasar lainnya yakni sembako, paket makanan, peralatan dapur dan rumah tangga lainnya untuk memenuhi kebutuhan dasar korban kebakaran,” kata Ilham.
Dengan adanya bantuan tersebut, pihaknya berharap dapat meringankan beban masyarakat yang terkena musibah.
“Harapan kami dengan adanya bantuan ini, dapat meringankan beban saudara kita yang tertimpa musibah kebakaran,” tutupnya.
Saat penyaluran bantuan di hadiri oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPrPA) Kabupaten Pesisir Selatan, Ilham Rahmadsyah Putra, S.STP, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Yusmardi, SE beserta tim, Camat Koto XI Tarusan Nurlaini, S.E., M.Si, Wali Nagari Barung-Barung Belantai Irwando, S.Pd.I, dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Tarusan. (JA/AL)

Berita Sebelumnya..
Respons Cepat Polisi Airud, Konflik Nelayan di Laut Batubara Berakhir Damai
Wartawan Diduga Diblokir Saat Konfirmasi, FRJRI Minta Klarifikasi dan Junjung Etika Pers
Menghadapi Dinamika Alam Bengawan Solo, PU SDA dan Kontraktor Susun Perbaikan Lanjutan