![]()
ASAHAN,DETIK24JAM.COM
Jarum jam baru saja melewati tengah malam ketika pelataran Markas Kodim (Makodim) 0208/Asahan, Sumatera Utara, mulai didatangi warga, Jumat (12/6/2026) dini hari. Di saat sebagian besar penduduk bumi seakan terlelap, Aula Makodim justru benderang, bersiap saksi sejarah dimulainya pesta sepak bola terakbar sejagat, Piala Dunia FIFA 2026.
Malam itu, dinginnya angin dini hari luruh oleh kehangatan yang menjalar di dalam aula. Puluhan pemuda, tokoh masyarakat, dan personel TNI duduk membaur tanpa sekat. Mereka hadir untuk satu tujuan: merayakan sepak bola dalam bingkai “Nobar (Nonton Bareng) Kebangsaan” yang digagas oleh Kodim 0208/Asahan.
Ketika layar lebar menampilkan kemegahan upacara pembukaan langsung dari stadion, decak kagum penonton serentak terdengar. Edisi kali ini memang bersejarah, menandai untuk pertama kalinya turnamen digelar di tiga negara sekaligus—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun di Asahan, sejarah itu dirayakan dengan cara yang bersahaja namun sarat makna: kebersamaan.

Bagi warga yang hadir, momentum ini melampaui sekadar urusan taktik lapangan hijau atau fanatisme pada tim idola. Ada ruang interaksi kultural yang tercipta, di mana tawa renyah, obrolan santai, dan kopi hangat menjadi jembatan yang meruntuhkan jarak antara aparat teritorial dan masyarakat sipil.
Sepak Bola sebagai Perekat Sosial
Komandan Kodim 0208/Asahan, Letnan Kolonel (Inf) Edy Syahputra, S.H., M.I.P., memandang sepak bola bukan lagi sekadar cabang olahraga, melainkan sebuah bahasa universal yang mampu melintasi sekat-sekat perbedaan.
”Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan suasana kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Olahraga, khususnya sepak bola, mampu menyatukan berbagai kalangan dan menjadi sarana mempererat tali persaudaraan serta memperkokoh semangat kebangsaan,” ujar Edy di sela-sela acara.
Di era modern, tantangan pembinaan teritorial memang menuntut kreativitas. Pendekatan formal sering kali digantikan oleh komunikasi sosial yang lebih cair, salah satunya lewat media olahraga. Nobar Kebangsaan ini menjadi bukti nyata bagaimana agenda global dapat dikontekstualisasikan menjadi instrumen lokal untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Olahraga mampu menyatukan berbagai kalangan dan menjadi sarana mempererat tali persaudaraan serta memperkokoh semangat kebangsaan,” ungkap Dandim 0208/Asahan.
Apresiasi pun mengalir dari masyarakat yang hadir. Mereka menyambut positif inisiatif Kodim 0208/Asahan yang membuka pintu markasnya lebar-lebar demi memberikan ruang publik yang aman, nyaman, dan penuh kekeluargaan bagi warga untuk menikmati momen bersejarah ini.
Hingga fajar menyingsing di ufuk timur Kabupaten Asahan, acara berakhir dengan tertib. Melalui riuh pembukaan Piala Dunia, Kodim 0208/Asahan tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menanamkan pesan halus bahwa dalam setiap kompetisi, sportivitas dan persatuan adalah pemenang yang sesungguhnya.
