Detik24jam,com

Cepat & Terpercaya

Bupati Asmar: Kelapa, Sagu, Kopi Meranti Butuh Kolaborasi Kepri agar Nilai Tambah Maksimal

Loading

detik24jam. TANJUNGPINANG  – Pemkab Kepulauan Meranti dan Pemprov Kepulauan Riau resmi tandatangani nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama strategis di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Jumat 8/5/2026. Kolaborasi ini fokus genjot pembangunan, pelayanan publik, dan ekonomi kawasan perbatasan Selat Malaka.

Penandatanganan dilakukan Bupati Kepulauan Meranti AKBP Purn H. Asmar bersama Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, disaksikan Ibu Bupati Hj. Ismiatun, S.E. Dilanjutkan kepala OPD terkait dari kedua daerah.

Turut hadir Sekda Provinsi Kepri Misni, Sekda Meranti Sudandri Jauzar SH, jajaran pejabat tinggi pratama, staf ahli, asisten, serta kepala OPD.

3 Sektor Prioritas: PTSP, Kesehatan, Perhubungan.  
Kerja sama mencakup perhubungan, pelayanan terpadu satu pintu, dan kesehatan. Bupati Asmar sebut ini langkah strategis percepat pembangunan dan kualitas layanan publik.

Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam optimalisasi potensi masing-masing daerah, baik di bidang sumber daya manusia, sumber daya alam, teknologi, hingga sektor perkebunan,” ujar Asmar.

Ia menegaskan Meranti punya potensi besar sagu, kelapa, dan kopi yang perlu dikelola maksimal lewat kolaborasi. “Hubungan kerja sama dan silaturahmi antara Pemkab Meranti dan Pemprov Kepri dapat terus terjalin semakin solid di masa mendatang.”

Gubernur Ansar: Potensi Selat Malaka Harus Dimanfaatkan Bersama.  
Gubernur Ansar Ahmad tegaskan komitmen dukung pembangunan Meranti. Ia soroti posisi strategis Kepri dan Meranti di Selat Malaka yang dilintasi 80 ribu kapal/tahun dengan 70 juta kontainer.

Potensi besar ini sayang jika tidak dimanfaatkan secara optimal. Karena itu dibutuhkan kerja sama antardaerah hingga pemerintah pusat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan bersama,” kata Ansar.

Di tengah fluktuasi APBD, Ansar nilai kerja sama antardaerah jadi kunci. “Pemerintah daerah dituntut lebih inovatif dalam membangun ekonomi.”

Peluang Emas: Meranti Suplai 100 Ribu Kelapa/Hari ke Industri Kepri.  
Ansar ungkap industri hilir kelapa Kepri butuh 200 ribu butir/hari, tapi pasokan baru 100 ribu butir. “Dengan besarnya potensi kelapa yang dimiliki Kepulauan Meranti, ia optimistis kebutuhan bahan baku industri di Kepri dapat dipenuhi dari daerah tersebut.”

Ini menjadi peluang besar bagi petani kelapa Meranti. Pasokan ke industri dalam negeri tentu akan memberikan nilai ekonomi lebih baik dan meningkatkan daya saing dibanding hanya diekspor mentah,” jelasnya.

Pemprov Kepri juga dorong pengoperasian jalur RoRo Meranti–Kepri untuk perkuat konektivitas barang dan mobilitas warga.

Data Ekonomi Kepri: Tumbuh 7,48%, IPM 80.  
Ansar paparkan capaian Kepri versi BPS 2025: pertumbuhan ekonomi 7,48% peringkat ketiga nasional, IPM tembus 80 dengan PDRB terus naik….

Editor….zamri.