Detik24jam,com

Cepat & Terpercaya

Petani Kepulauan Meranti Harap Proyek Irigasi Dijalankan Sesuai Aturan

Loading

detik24jam -Meranti,  Proyek pembangunan jaringan irigasi sumur air tanah di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, merupakan salah satu wujud program Presiden RI Prabowo Subianto untuk menciptakan Indonesia sebagai negara tahanan pangan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Proyek ini diharapkan dapat mendukung sektor pertanian di Kepulauan Meranti dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

Namun sebaliknya , Keberadaan proyek jaringan irigasi di Desa Mekarbaru, menjadi sorotan publik karena diduga tidak transparan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Ketua Kelompok Tani Desa Mekarbaru mengatakan pada awak media 29 Januari 2026dikediamannya, , ia sangat meragukan kualitas proyek tersebut karena tidak mengetahui bestek dan jumlah anggaran.

“Saat saya menghubungi pihak pelaksana, jawabannya emosional dan HP saya langsung dimatikan,” katanya. Sampai saat ini, belum ada kejelasan dan serah terima proyek tersebut.

Beberapa warga masyarakat petani  berharap pihak pengelola anggaran proyek jaringan irigasi sumur air tanah segera turun ke lokasi pekerjaan. “Jangan asal terima di atas meja, harus benar-benar dicek kualitas dan ketahanan pekerjaan,” kata petani.

Warga masyarakat petani tidak ingin proyek ini selesai tidak bermanfaat bagi masyarakat petani. “Hasilnya harus memuaskan para petani sawah, karena kami selama ini hanya mengharapkan air hujan,” tambah petani.

Juga dikatakan warga petani,   mengharapkan pihak penegak hukum, termasuk KPK, segera mengawasi dan meninjau langsung proyek jaringan irigasi sumur air tanah di Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir, diperkirakan puluhan unit didua Kecamatan tersebut . Pekerjaan proyek tersebut diduga dikerjakan asal jadi dan tidak transparan dalam mengelola anggaran, terkecuali tahap pertama lebihkurang 7 meliar, untuk 5 titik, 5 desa tahun 2025.

Dan tahap ke dua , puluhan unit sumur air tanah, tidak sedikit anggaran diluncurkan  pihak Kementerian , dugaan uluhan miliar , anehnya ,  samasekali tidak diketahui jumlah anggaran, hanya sumber dana APBN tahun 2025.

“Kuat dugaan ada indikasi penyimpangan anggaran, karena tidak ada jumlah anggaran yang tercantum,” kata masyarakat. Mereka berharap KPK dapat memproses pihak yang terlibat.

Ditempat terpisah , disampaikan warga terkait proyek pembangunan jaringan irigasi sumur air tanah di Kepulauan Meranti, Riau, seolah-olah tidak dilibatkan dalam kegiatan program tersebut. Masyarakat merasa aneh karena hampir dua bulan permasalahan ini naik ke permukaan media, namun Pemda diam saja.

Seorang sumber mengatakan, pada awak media ini 29 Januari 2026,  seharusnya pihak Pemda merasa terpanggil ikut mengawasi, tapi tidak ada sinergi dengan Pemda provinsi Riau. “Buktinya sampai saat sekarang tidak ada tanggapan secara serius, malah pihak media sudah memberi informasi pada publik, terutama pihak instansi aparat penegak hukum,” katanya.

Hal ini menimbulkan dugaan ada indikasi korupsi oleh oknum pejabat tinggi. Masyarakat berharap pihak terkait segera bertindak dan memberikan klarifikasi atas permasalahan ini.

Warga berharap proyek pembangunan jaringan irigasi sumur air tanah dijalankan sesuai aturan. “Sebab yang merasakan manfaatnya adalah para petani kita, kita tidak mau dibelakang hari menimbulkan opini miring di publik,” kata sumber.

Mereka ingin pelaksanaan proyek ini transparan dan hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat petani untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi. “Saya berharap pihak instansi yang terkait segera jalankan amanah sesuai sumpah jabatan demi kepentingan masyarakat,” tambah sumber. (Team Redaksi)