Detik24jam,com

Cepat & Terpercaya

Firman Sikumbang 23 Tahun Mengabdi di Pers Kepolisian, Menjaga Etika dan Merawat Nurani

Loading

Detik24jam.com|Padang-Firman Sikumbang tumbuh sebagai jurnalis di lingkungan yang menuntut disiplin tinggi, ketelitian, dan tanggung jawab moral yang besar. Perjalanan jurnalistiknya tidak dimulai dari ruang redaksi umum, melainkan dari koridor institusi negara, tempat setiap kata harus akurat, berimbang, dan dapat dipertanggung jawabkan, yakni di lingkup Kepolisian Polda Sumatera Barat.

Langkah awalnya dimulai sebagai jurnalis di Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat. Di lingkungan inilah Firman menempa dasar-dasar ilmu jurnalistiknya, belajar menulis dengan presisi, memahami etika pemberitaan institusional, serta menjaga keseimbangan antara kepentingan publik dan marwah lembaga.

Ia memahami bahwa jurnalisme di tubuh kepolisian bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan.

Puncak kariernya kemudian tercapai ketika ia dipercaya menjadi Pimpinan Redaksi Majalah Zebra Singgalang Ditlantas Polda Sumatera Barat. Sebuah amanah strategis yang menempatkannya sebagai penanggung jawab utama kelayakan pemberitaan.

Di posisi ini, Firman tidak hanya mengelola redaksi, tetapi juga memastikan setiap narasi yang terbit menjunjung tinggi kebenaran, edukasi publik, serta nilai profesionalisme kepolisian.

Kepercayaan terhadap integritas dan kapasitasnya membuat Firman terus mengemban amanah jurnalistik di berbagai satuan wilayah. Ia aktif sebagai jurnalis di sejumlah polres jajaran Polda Sumatera Barat, menjadi penghubung antara institusi dan masyarakat, serta mencatat dinamika pelayanan kepolisian dari dekat.

Pengalaman lintas wilayah ini memperkaya sudut pandangnya, bahwa di balik seragam dan struktur, selalu ada sisi kemanusiaan yang perlu disampaikan dengan jujur.

Puncak pengabdian panjang itu ditandai dengan penunjukannya sebagai Pimpinan Redaksi Majalah Tribrata Polda Sumatera Barat. Sebuah posisi yang menuntut keteguhan prinsip, kedewasaan editorial, dan kemampuan menjaga marwah institusi di tengah tuntutan keterbukaan informasi publik.

Di tangan Firman, majalah Tribrata tidak hanya menjadi media internal, tetapi juga cermin wajah kepolisian yang profesional, humanis, dan berorientasi pelayanan.

Selama 23 tahun mengabdi di media kepolisian, Firman Sikumbang konsisten memegang satu prinsip, jurnalisme adalah amanah. Ia menulis bukan untuk membesarkan diri, melainkan untuk memastikan informasi tersampaikan secara layak, berimbang, dan bermartabat. Ia percaya, kredibilitas sebuah institusi juga ditentukan oleh kejujuran cara ia berbicara kepada publik.

Pengalaman panjang di lingkungan kepolisian membentuk karakter jurnalistik Firman, tenang, berhati-hati, namun peka terhadap nilai kemanusiaan. Itulah yang kemudian tercermin dalam tulisan-tulisannya di luar ruang institusi, empatik terhadap korban, tajam terhadap ketidak adilan, dan hormat terhadap adat serta nilai sosial.

Firman Sikumbang adalah contoh bahwa pengabdian tidak selalu hadir di garis depan dengan sorotan. Ada yang memilih menjaga dari balik kata-kata, merawat kepercayaan melalui narasi, dan mengabdikan hidupnya pada etika informasi.

Selama 23 tahun, ia melakukan itu dengan setia, menulis dengan nurani, mengabdi dengan senyap, dan menjaga marwah profesi.(***)