Skip to content
Detik24jam.com

Detik24jam.com

Cepat & Terpercaya

  • HOME
  • BERITA UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • HUKUM & KRIMINAL
  • FAKTA & PERISTIWA
  • POLITK
  • SOSIAL BUDAYA
  • LIFESTYLE
    • EKONOMI
    • HIBURAN
    • OLAH RAGA
  • Home
  • DAERAH
  • Budayawan Dan Akademisi Karo Menolak Keras Wilayah Ulayat Karo Masuk Pemekaran Provinsi Toba Raya

Budayawan Dan Akademisi Karo Menolak Keras Wilayah Ulayat Karo Masuk Pemekaran Provinsi Toba Raya

Loading

Sumut|detik24jam.com

Budayawan Karo SAS Lingga dan Bode Haryanto selaku Akademisi Karo beserta masyarakat Karo di kabupaten Karo, Langkat, Binjai, Deli Serdang dan Medan Tolak Keras Ulayat Karo bergabung di Provinsi Toba Raya. Senin 26/02/2024

SAS Lingga selaku Budayawan Karo kepada Wartawan media ini menjelaskan wilayah kabupaten karo dan yang di diami masyarakat karo di sumatera utara bukan ulayat batak, SAS Lingga pada saat di hubungi melalui Watsappnya menceritakan sejarah karo dan batak yang tidak memiliki hubungan kekerabatan. Tegas SAS

Ulayat Karo jelas-jelas sesuai Fakta Sejarah bukan Ulayat Batak sebagaimana yang telah di buat selama ini yang di nilai keliru, dan fakta sejarah Suku karo bukan bahagian dari Suku Batak.

Akademisi Karo Bode Haryanto juga membenarkan apa yang telah di sampaikan SAS Lingga saat di temui kepada awak media ini mengatakan Suku Karo adalah Suku tersendiri yang tidak memiliki hubungan darah dengan batak, Bode juga mengatakan batak karo yang di sebut-sebut selama ini adalah Produk Penjajah yang di pakai selama ini untuk kepentingan Politik. Terang Bode

Bode dan SAS Lingga mewakili masyarakat karo merasa dirugikan jika identitas karo selalu di klaim, Kabupaten Karo berdasarkan fakta sejarah tidak berada dalam Kresidenan Tapanuli ( Pantai Barat ) tapi di Kresidenan Sumatera Timur( Pantai Timur ). Pungkas SAS

Di Sumatera Timur ada 3 suku asli yaitu Karo ,Melayu dan Simalungun. TANEH Karo Secara Ulayat atau tanah adat yg didirikan oleh Suku Karo ( Simantek Kuta ) ada di Kota Medan , Binjai ,Langkat , Deliserdang , sebagian Serdang Bedagai ,Kab .Karo ,sebagian di Simalungun dan sebagian lagi di Kab .Dairi.

Atas dasar itu sangat tidak tepat jika Kabupaten Karo di masukkan ke dalam wilayah provinsi Tapanuli atau Provinsi Toba Raya yang sedang di gagasi oleh pihak tertentu karena tidak sesuai dengan latar belakang sejarah di masa lalu bahkan di masa pra kolonial pun tidak pernah Suku Karo berada dalam satu pemerintahan.

SAS Menegaskan “Lagi pula jika Kabupaten Karo di ikutkan ke wilayah tersebut maka sangat tidak relevan karena sama dengan memisahkan Kabupaten Karo dengan Kabupaten lainnya di 8 wilayah adat Suku Karo tersebut yg memiliki akar budaya yang sama itu Budaya dan Adat Karo yang mana Medan adalah kota sebagai pusat peradaban , Ekonomi SUKU KARO bersama saudaranya Suku Melayu yang karena itu jauh lebih baik Kabupaten Karo jangan ikut gabung ke Propinsi baru tersebut dengan kata lain tetap ada di Propinsi Sumatera Utara. Tandas SAS mengakhiri

Abdi A | Editor : L bagus

Post navigation

Previous Tingkatkan Sinergitas, Kapolresta Mataram Terima Kunjungan Silahturahmi Ketua KPU Lobar
Next Plt Bupati H.Asmar Melalui Staf Ahli Randolph Buka Musrenbang Tebingtinggi Timur

Pilihan Lainnya

Antrean BBM Tak Kunjung Teratasi, Sekretaris PC PMII Kota Pekanbaru Desak Pemprov Riau dan Pertamina Bertindak

Antrean BBM Tak Kunjung Teratasi, Sekretaris PC PMII Kota Pekanbaru Desak Pemprov Riau dan Pertamina Bertindak

September 17, 2026
Tindak Lanjut MoU, IBT Pelita Indonesia Sosialisasi Program Pendidikan di Meranti

Tindak Lanjut MoU, IBT Pelita Indonesia Sosialisasi Program Pendidikan di Meranti

September 15, 2026
3 Pekan Pasca Kebakaran, Keluarga Besar NU Meranti Datangi Rumah Sahabat Banser di Rangsang

3 Pekan Pasca Kebakaran, Keluarga Besar NU Meranti Datangi Rumah Sahabat Banser di Rangsang

September 12, 2026

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H

  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • PERWAKILAN DAN BIRO
  • WARTAWAN
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • MASUK
Copyright © 2026 | Reserved by detik24jam.com.