![]()
Batu Bara, Detik24jam.com
Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono, S.I.K., M.H., CPHR., CBA., menghadiri kegiatan Panen Raya Padi dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional di Desa Durian, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Wakil Menteri Transmigrasi RI Viva Yoga Mauladi, Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., CLA., Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota legislatif, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), kelompok tani, dan masyarakat.

Panen raya ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui dukungan pemerintah, penyediaan sarana pertanian, serta pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan petani.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Menko Pangan Zulkifli Hasan melalui prosesi pemakaian tanjak dan penyematan kain samping oleh Bupati Batu Bara. Setelah itu, Menko Pangan bersama rombongan berdialog langsung dengan kelompok tani untuk mendengarkan aspirasi dan mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dalam kegiatan pertanian.
Dalam dialog tersebut, para petani menyampaikan bahwa harga jual gabah kering saat panen mencapai Rp6.800 per kilogram. Harga tersebut dinilai lebih baik dibandingkan sebelumnya sehingga memberikan harapan bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraan.

Meski demikian, petani masih menghadapi sejumlah persoalan, di antaranya keterbatasan ketersediaan pupuk bersubsidi, lahan persawahan yang kerap dilanda banjir, serta kebutuhan pembangunan bendungan di Kecamatan Nibung Hangus guna menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Menanggapi aspirasi tersebut, Zulkifli Hasan meminta Bupati Batu Bara menyampaikan usulan pembangunan bendungan di Kecamatan Nibung Hangus agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia juga meminta agar kebutuhan dan keluhan petani, khususnya terkait infrastruktur irigasi, didata secara menyeluruh dan disampaikan kepada pemerintah untuk menjadi bahan tindak lanjut melalui program pembangunan irigasi.

Infrastruktur dan Teknologi Jadi Kunci Produktivitas
Setelah dialog bersama petani, kegiatan dilanjutkan dengan panen raya padi, konferensi pers, serta penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani.
Dalam keterangannya, Menko Pangan menekankan pentingnya peningkatan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi, pengolahan lahan yang lebih efektif, serta dukungan pemerintah terhadap kebutuhan petani.
Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan hasil produksi pertanian, dan mendukung cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

Selain dukungan sarana pertanian, ketersediaan pupuk, pengelolaan sumber daya air, serta pembangunan jaringan irigasi yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi padi.
Aspirasi yang disampaikan petani dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan langkah konkret untuk mengatasi persoalan pertanian, khususnya di wilayah Kabupaten Batu Bara.
Kapolres Pastikan Kegiatan Berlangsung Aman
Kehadiran Kapolres Batu Bara AKBP Dony Satria Wicaksono dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional.

Selain itu, kehadiran jajaran kepolisian juga menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh rangkaian kunjungan kerja pejabat negara berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga kegiatan dapat berlangsung tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Sekitar pukul 11.30 WIB, Menko Pangan bersama rombongan meninggalkan lokasi untuk melanjutkan agenda berikutnya di Convention Hall Singapore Land, Desa Perjuangan, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batu Bara.
Seluruh rangkaian kegiatan Panen Raya Padi berlangsung dalam situasi aman dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, kelompok tani, dan unsur terkait diharapkan semakin kuat dalam menjawab kebutuhan petani serta mendorong peningkatan produksi pertanian guna mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
(Boys-3)
