![]()
PANGKALPINANG, Detik24jam. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Pangkalpinang, dr.Hisar Mangoloi Manalu, menegaskan bahwa seluruh petugas rumah sakit wajib memberikan pelayanan yang ramah serta informasi yang jelas kepada pasien maupun keluarganya. Instruksi ini tidak hanya berlaku bagi tenaga kesehatan (nakes), tetapi juga mengikat seluruh tenaga non-kesehatan (non-nakes).Hal tersebut disampaikan dr. Hisar seusai membuka Workshop Peningkatan Service Excellent dan Komunikasi Efektif di Ruang Pertemuan Betason, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang, Jumat (18/9/2026).
Ia menilai pelibatan tenaga non-nakes—seperti petugas administrasi, keamanan (security), hingga petugas kebersihan—sangat krusial. Sebab, mereka adalah garda yang pasti akan berinteraksi langsung dengan masyarakat di lingkungan rumah sakit.“Non-nakes juga kita libatkan dalam workshop ini karena di rumah sakit ini kan semua orang itu nantinya suatu saat akan berjumpa dengan pasien atau keluarga pasiennya,” ujar dr. Hisar.
“Jadi kalau misalnya kita sebagai pasien, pasti akan mengharapkan siapa saja petugas yang bertemu dengan kita melakukan hal yang sama. Misalnya ramah dan memberikan informasi yang jelas. Jadi mau tidak mau, walaupun bukan nakes, seluruhnya harus bisa tersosialisasi dan bisa melaksanakan apa yang kita laksanakan hari ini,” tambahnya.
Guna memastikan perubahan pelayanan ini berjalan konsisten, Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang telah menginstruksikan seluruh unit pelayanan untuk segera menyusun Standard Operating Procedure (SOP) komunikasi yang ketat. Langkah ini diambil agar instansi kesehatan setempat mampu menjawab ekspektasi publik yang kian dinamis.
dr.Hisar.memaparkan bahwa keberhasilan layanan kesehatan tidak melulu diukur dari kesembuhan medis pasien secara mutlak. Transparansi dan kejelasan informasi dari para petugas justru menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Komunikasi yang jujur dan edukatif dinilai dapat meredam potensi kekecewaan pasien, sekalipun hasil akhir medis tidak sesuai harapan.
“Karena service excellence itu bukan hanya (soal) komplain saja. Kalau misalnya pasien merasa tidak sembuh, kadang dia juga bisa tidak puas. Tapi kalau kita memberikan informasi yang sejelas-jelasnya, mungkin saja dia belum sembuh, tetapi dia merasa dihargai karena sudah mendapatkan informasi tentang penyakitnya, potensi kesembuhannya, dan sebagainya. Kan tidak semua penyakit bisa langsung sembuh,” urainya. ( FR )
