![]()
Bangka Selatan – Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Rias Kabupaten Bangka Selatan Desa Rias Kecamatan Toboali, disorot setelah ditemukan adanya keretakan dan lobang besar pada bagian sisi luar bagian saluran. Kualitas pekerjaan dan mekanisme pelaksanaannya dipertanyakan.
Proyek yang disebut bersumber dari program Kementerian Pekerjaan Umum tersebut bernilai pantas tis
Rp. 43.086.980.000.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (30/09/2026), sejumlah bagian ada beberapa titik juga tampak retakan pada dinding saluran, dan ada lobang tidak diisi dengan adonan semen.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan, kesesuaian konstruksi dengan spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta pengawasan terhadap pelaksanaan proyek.
Secara teknis, rehabilitasi jaringan irigasi tersier perlu memperhatikan sejumlah aspek, seperti dimensi saluran, ketebalan konstruksi, mutu material, kemiringan, volume pekerjaan, serta kekuatan struktur.
Kerusakan atau retakan pada saluran belum lama dikerjakan dinilai perlu diperiksa untuk memastikan apakah kondisi tersebut merupakan cacat pekerjaan atau masih dalam batas toleransi teknis.
Program RJIT sendiri ditujukan untuk memperbaiki jaringan irigasi tersier agar distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih optimal dan mendukung produktivitas petani.
Seorang warga sekitar yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku tidak mengetahui secara rinci proses pelaksanaan proyek tersebut.
“Kami orang kecil, Mas, tidak tahu tiba-tiba ada proyek ini. Nyemennya pakai papan buat memasukkan adonan ke sela-sela dinding. Lihat saja sudah pada retak-retak,” ujarnya, Rabu (30/09/2026).
Disinyalir tak Memenuhi Standar, Proyek Rehabilitasi Jaringan IIrigasi Rp. 43.086.980.000 di Desa Rias Berpotensi Rugikan Negara.
Proyek yang disebut bersumber dari program Kementerian Pekerjaan Umum tersebut bernilai Rp. 43.086.980.000
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan, kesesuaian konstruksi dengan spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta pengawasan terhadap pelaksanaan proyek.
Secara teknis, rehabilitasi jaringan irigasi tersier perlu memperhatikan sejumlah aspek, seperti dimensi saluran, ketebalan konstruksi, mutu material, kemiringan, volume pekerjaan, serta kekuatan struktur.
Program RJIT sendiri ditujukan untuk memperbaiki jaringan irigasi tersier agar distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih optimal dan mendukung produktivitas petani.
Dugaan tersebut belum terkonfirmasi secara independen dan masih membutuhkan penjelasan dari pihak terkait.
Untuk memastikan kualitas pekerjaan, pemeriksaan teknis dapat dilakukan terhadap dokumen perencanaan, RAB, volume pekerjaan, spesifikasi material, serta hasil konstruksi di lapangan.
Jika ditemukan ketidaksesuaian antara pekerjaan dengan spesifikasi yang ditetapkan, persoalan tersebut dapat menyangkut kualitas infrastruktur sekaligus akuntabilitas penggunaan anggaran program.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Kontraktor Pelaksana PT. GRAHA ANUGERAH LESTARI setempat belum memberikan keterangan resmi terkait pelaksanaan proyek RJIT tersebut.
Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi dinas atau instansi teknis terkait, pendamping program, serta pihak lainnya untuk menjelaskan nilai anggaran, spesifikasi teknis, mekanisme pelaksanaan, dan kondisi pekerjaan di lapangan.
(Tim Redaksi)
