![]()
Batu Bara, Detik24jam.com
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0208/Asahan Tahun Anggaran 2026 resmi berakhir. Upacara penutupan digelar di Lapangan Kantor Bupati Batu Bara, Lima Puluh, Kamis (13/8/2026), menandai rampungnya seluruh sasaran pembangunan dengan capaian 100 persen.
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, pelajar, tokoh masyarakat serta sejumlah undangan. Penutupan tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian program TMMD yang dilaksanakan sejak 14 Juli hingga 13 Agustus 2026.

Amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang dibacakan Danrem 022/Pantai Timur Kolonel Inf. Sandi Kamidianto, S.I.P., M.I.P., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh prajurit Satgas TMMD, Pemerintah Kabupaten Batu Bara, masyarakat Desa Kapal Merah, Kecamatan Nibung Hangus, serta seluruh pihak yang turut menyukseskan program tersebut.
Kasad menegaskan, TMMD merupakan wujud nyata pengabdian TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan, tertinggal, terpencil maupun terisolasi.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat sekaligus memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai bagian penting dalam memperkuat pertahanan negara.
“Keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari tuntasnya target fisik, tetapi juga dari seberapa besar hasil pembangunan mampu merawat kemanunggalan TNI dan rakyat, membangun kemandirian serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” demikian amanat Kasad.
Dalam pelaksanaannya, TMMD Ke-129 Kodim 0208/Asahan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Berbagai kegiatan nonfisik juga digelar melalui penyuluhan sosial, edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Sejumlah sasaran fisik yang dikerjakan meliputi pembangunan turap, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), rehabilitasi musala, pembangunan MCK serta sumur bor untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat.
Sementara kegiatan nonfisik mencakup penyuluhan wawasan kebangsaan, hukum, kesehatan, penanganan stunting, pertanian hingga peningkatan sumber daya manusia.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga didorong untuk terus menanamkan kecintaan terhadap bangsa dan negara, menjaga semangat kebersamaan, saling mendukung serta membantu pemerintah dalam mempercepat pemerataan pembangunan.

Semangat gotong royong yang terbangun antara prajurit Satgas TMMD dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama selama program berlangsung.
Kasad juga mengingatkan bahwa hasil pembangunan TMMD tidak boleh berhenti setelah program ditutup. Pemerintah daerah dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga, merawat dan memanfaatkan seluruh hasil pembangunan secara berkelanjutan.
Selain pembangunan infrastruktur dasar, TMMD Ke-129 juga diarahkan untuk menjawab tantangan ketahanan dan kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan demikian, keberadaan program tersebut diharapkan memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan akses, perekonomian dan kesejahteraan warga.

Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edy Syahputra, S.H., M.I.P., selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke-129, dalam laporannya menyampaikan seluruh sasaran program telah diselesaikan sesuai target dengan capaian 100 persen.
Pencapaian tersebut menjadi bukti keberhasilan kerja bersama antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berangkat dari kebutuhan warga di tingkat desa.
Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian turut menyampaikan bahwa seluruh sasaran TMMD Ke-129 telah rampung dengan capaian 100 persen.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu mempercepat pembangunan sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Keberhasilan TMMD Ke-129 menjadi bukti pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang dimulai dari desa,” ujar Baharuddin.
Dengan berakhirnya TMMD Ke-129, berbagai fasilitas yang telah dibangun diharapkan mampu terus dimanfaatkan masyarakat Desa Kapal Merah. Lebih dari sekadar menuntaskan proyek pembangunan, program tersebut meninggalkan semangat gotong royong dan kebersamaan sebagai modal penting dalam membangun desa secara berkelanjutan.

Capaian 100 persen TMMD Ke-129 Kodim 0208/Asahan pun menjadi penanda bahwa ketika TNI, pemerintah dan rakyat bergerak bersama, pembangunan dari pelosok dapat menjadi kekuatan nyata untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkokoh persatuan bangsa.
(Boys-3)
