![]()
Batu Bara, Detik24jam.com
Suasana di sekitar kawasan Pintu Tol Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Rabu (29/7/2026) siang, tampak berbeda dari biasanya. Di tengah hilir mudik kendaraan logistik dan truk bertonase besar, sejumlah personel kepolisian berseragam lengkap tampak mengerumuni seorang pedagang gorengan eceran keliling.
Namun, kehadiran para petugas sore itu bukan untuk melakukan penertiban, melainkan melaksanakan program pendekatan humanis bertajuk “POLANTAS KARIB”. Aksi spontan dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Batu Bara, AKP Simon E. Simatupang, S.H., M.H., didampingi Kanit Kamsel Satlantas Polres Batu Bara, IPDA Wira Hidayat, S.H.

Melihat lapak sederhana milik pedagang kecil yang tengah sepi di pinggir jalur arteri tersebut, AKP Simon langsung memutuskan untuk memborong seluruh dagangan gorengan yang tersisa. Aksi ini sontak memicu senyum sumringah dari wajah sang pedagang yang tak menyangka seluruh barang dagangannya habis terjual dalam sekejap di waktu paruh hari.
”Langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian dan dukungan penuh Polri terhadap para pelaku UMKM dan pedagang eceran di wilayah hukum kami. Melalui pendekatan yang karib dan menyentuh langsung aspek sosial ekonomi, masyarakat tidak lagi merasa berjarak dengan polisi,” ujar AKP Simon E. Simatupang di lokasi kegiatan, Rabu (29/7/2026) pukul 14.30 WIB.
Gorengan yang telah diborong bersih tersebut tidak dibawa pulang oleh petugas, melainkan langsung dikemas kembali untuk dibagikan secara gratis kepada para pengemudi truk, sopir angkutan, serta pengendara motor yang tengah melintas di kawasan Pintu Tol Lima Puluh. Sembari membagikan kudapan hangat, para personel Satlantas Polres Batu Bara menyisipkan edukasi intensif mengenai Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).

IPDA Wira Hidayat menambahkan bahwa momen pembagian takjil siang ini dimanfaatkan secara optimal untuk menyadarkan para pengguna jalan akan pentingnya aspek keselamatan berkendara. Petugas memberikan teguran simpatik sekaligus imbauan agar pengendara selalu menggunakan helm berstandar SNI, melengkapi surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK, serta tetap menjaga jarak aman di jalan raya.
Pihak kepolisian berharap melalui strategi komunikasi yang cair dan persuasif seperti ini, pesan-pesan keselamatan dapat meresap lebih baik ke dalam kesadaran kolektif masyarakat luas. Hasil jangka panjang yang dibidik dari program berkala ini adalah menekan angka pelanggaran lalu lintas di jalur lintas Sumatra secara signifikan sekaligus meminimalkan fatalitas korban akibat kecelakaan fatal.

Hingga kegiatan berakhir menjelang sore hari, situasi di sekitar Pintu Tol Lima Puluh terpantau aman, tertib, dan kondusif. Pola pendekatan humanis melalui “POLANTAS KARIB” ini membuktikan bahwa penegakan disiplin berlalu lintas tidak melulu harus kaku, melainkan bisa dijalin melalui keharmonisan dan kepedulian sosial yang nyata.
(Boys- 3)
